..:: Welcome to My Blog ::..

Rabu, 21 Maret 2012

ASAL MULA MANUSIA

Penciptaan manusia oleh Allah SWT tidak ada yang tahu, kecuali hanya Allah saja yang tau. Kisah penciptaan manusia yang kita ketahui sekarang ini adalah berdasarkan keterangan Sang Pencipta yang ditulis, diabadikan dalam kitab suci. Penciptaan manusia dalam arti roh manusia yaitu Adam dan menempti surga merupakan rahasia Allah. Kita hanya sekedar mengetahui bahwa ketika Adam dan Hawa sudah di surga, mereka melakukan perbuatan yang melanggar aturan Allah, karena tergoda oleh rayuan iblis, lalu mereka diturunkan ke bumi. Ketika wujud Adam dan Hawa diturunkan ke bumi, apakah sudah sempurna seperti apa yang kita rasakan sekarang atau melalui proses evolusi sebagaimana yang diyakini oleh para penganut Darwin. Semua itu masih dalam misteri. Untuk menjelaskan tentang asal usul manusia, paling bijak, harus dengan keimanan dan menelusuri berdasarkan data yang akurat yaitu kitab suci Al-Qur’an.
         Seorang penulis memiliki keyakinan bahwa sebelum Adam dan Hawa “diturunkan” dari surga ke permukaan bumi, planet bumi sudah nyaman untuk dihuni. Benua dan samudera telah ada dengan proses dan mekanisme planet yang sempurna. Daratan telah memiliki hutan lengkap dengan berbagai jenis flora dan fauna. Samudera juga demikian, telah ada ikan dan kehidupan makhluk laut lainnya. Dengan demikian, jauh sebelum penciptaan planet bumi, telah ada matahari, tata surya, serta galaksi yang bertaburan bintang di langit.
         Dalam dimensi alam kehidupan lainnya, malaikat dan syetan juga sudah ada sebelum Adam (manusia pertama) diciptakan. Malaikat, Syetan, dan manusia adalah makhluk “berkesadaran” tentang dirinya sendiri telah penciptanya. Ketika dimensi kehidupan alam ghaib telah dihuni oleh berbagai makhluk ghaib seperti malaikat dan syetan, Allah menciptakan manusia untuk menghuni alam dengan dimensi fisik lahiriah. Dengan demikian, planet bumi sebagai dimensi alam fisik material merupakan planet yang diwariskan kepada manusia untuk dihuni dan dikelola dengan baik. Demikianlah, tujuan penciptaan manusia di permukaan bumi.
         Pada dimensi kehidupan yang berbeda, para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah akan menciptakan makhluk lain, mereka khawatir dengan makhluk yang namanya manusia. Kekhawatiran para malaikat karena kata mereka, manusia adalah makhluk yang akan suka lalai, suka melanggar aturan Allah, suka bertengkar dan saling membunuh diantara manusia sendiri. Berkata para malaikat kepada Allah SWT: “Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertsbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya, sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan akan diturunkan ke bumi itu, mereka akan bertengkar satu dengan lain, akan saling bunuh-membunuh, berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam didalamnya, sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran diatas bumi yang Tuhan ciptakan itu”.
         Lalu Allah berfirman, menghilangkan kekhawatiran para malaikat itu: “Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku. Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepadanya, bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan (bukan sebagai sujud ibadah)”. Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah SWT dari segumpal tanah liat, kering dan lumpur hitam yang berbentuk. Setelah disempurnakan bentuknya ditiuplah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Scrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text Generator